Thursday, April 21, 2011

Tahukah anda asal bermula kisah 1001 malam?



Kisah ini bermula dari seorang raja. Ia mempunyai permaisuri yang sangat cantik. Entah kenapa, sang permaisuri ternyata bersekedudukan dengan seorang askar. Ketika mengetahui hal ini, sang raja sangat murka. Ia menghukum mati permaisurinya. Demikian juga dengan askarnya itu.

Semenjak itu, sang raja sangat berdendam pada setiap wanita. Tetapi meski begitu, ia ingin terus berkahwin. Kejamnya sang raja, sehari selepas berkahwin, ia akan menghukum mati permaisuri barunya itu. Tak ada yang dapat menghentikan perilaku raja ini.
Meski para pembesar – pembesar negeri tidak bersetuju, mereka hanya boleh berdiam diri sahaja.

Begitu juga dengan rakyatnya. Mereka hanya hanya pasrah dengan kekejaman sang raja.
Apalagi bagi mereka yang mempunyai anak perempuan. Setiap hari mereka
berasa ragu - ragu. Mereka takut sang raja akan memilih puteri mereka. Mereka hanya
dapat merasakan kebahagiaan sejenak. Iaitu ketika pesta pernikahan. Tetapi
selepas itu mereka harus menyiapkan kain kafan. Puteri mereka pasti akan Mati.

Beratus-ratus perempuan telah menjadi korban. Tetapi dendam sang raja
belum juga padam. Ia terus saja mencari perempuan-perempuan cantik,
menikahinya dan membunuhnya.

Suatu hari, sang raja bertemu dengan seorang perempuan cantik. Ternyata
perempuan itu adalah puteri penasihat kerajaan. Sang raja pun langsung
melamar puteri cantik tersebut pada penasihatnya. Sang penasihat bingung
menghadapinya. Ia tahu nasib yang menanti puteri kesayangannya. Selepas
perkahwinan, ia akan kehilangan puterinya ntuk selamanya. Tetapi untuk
menolak permintaan sang raja pun berat. Dan akibatnya sama saja. Kematian
dirinya sendiri dan puterinya juga.

Di tengah kebingungan tersebut, sang puteri berjumpa dengan ayahnya.
"Ayah, terima saja lamaran sang raja. Aku tidak akan apa-apa. Aku yakin boleh aku boleh
mengubah tabiat sang raja. "Begitu kata putrinya.
Dengan berat hati, akhirnya penasihat kerajaan menerima lamaran raja.
Pesta pernikahan pun diadakan. Kali ini lebih megah dan meriah berbanding
dahulu. Kerana yang berkahwin adalah seorang raja dan seorang puteri
penasihat kerajaan.


Akhirnya pesta pun selesai. Malam pengantin pun menjelang. Pasangan
berbahagia itu pun melewatkan malam pertamanya dengan penuh kebahagiaan.
Pada saat, sang raja berganjak ke peraduan, permaisurinya bertanya: "Wahai
kekasihku, izinkanlah aku menceritakan sebuah kisah yang menakjubkan. "
Mendengar permintaan permaisurinya sang raja tersenyum senang. Ia memang
sangat senang mendengar kisah-kisah hebat. "Sila permaisuriku sayang."
Katanya.

Sang permaisuri pun memulai ceritanya. Begitu menariknya kisah-kisah yang ia
ceritakan, sampai sang raja tidak diserang mengantuk walau sejenak pun. Tetapi
ketika kisah itu sedang ada di puncak ketegangannya, sang permaisuri
menghentikan ceritanya. Ia berjanji akan meneruskan ceritanya esok
malam. Sang raja pun setuju. Mereka pun tertidur sejenak.
Sepanjang hari sang raja terus resah. Ia ingin cepat-cepat malam.

Ketika malam tiba, sang raja sudah siap di biliknya. Ia benar-benar
resah untuk mengetahui lanjutan kisah dari permaisurinya.
Sang permaisuri pun melanjutkan ceritanya. Ketika satu kisah sudah
berakhir, beliau teruskan dengan kisah seterusnya yang lebih menarik lagi. Tapi
seperti biasa, ketika satu kisah sedang diceritakannya, ia hentikan
ceritanya. Ia pun berjanji akan melanjutkan kisah itu besok malamnya.
Begitu terus setiap malam. Tidak terasa, pasangan itu tetap bersama selama
dua tahun. Kisah yang diceritakan sang permaisuri pun telah berjumlah
1000. Akhirnya pada akhir kisah yang ke-1001, sang permaisuri mengingatkan
sesuatu pada sang raja. Ia ingatkan tentang perilaku sang raja yang tidak
baik. Sang raja pun menyesal akan perilakunya. Ia meminta maaf pada
seluruh rakyatnya. Rakyat kerajaan itu, terutama penasihat kerajaan,
sangat senang. Raja mereka kembali adil dan bijak. Kerajaan itu pun makmur
dan sejahtera.

Itulah awal bermulanya kisah 1001 malam. Inilah kisah kemuncak
tentang peluang. Puteri penasihat kerajaan telah mengambil risiko yang sangat
besar. Kehilangan hidupnya. Demi peluang memperbaiki perilaku raja dan
kebaikan seluruh rakyat, sang putri menempuh bahaya. Akhirnya ia berjaya.
Entah bagaimana nasib kerajaan itu jika tidak ada putri seberani itu.
Mungkin kerajaan itu akan hancur. Mungkin rakyat akan memberontak pada
raja zalim tersebut. Untunglah sang puteri sangat cerdik melihat penyelesaian
masalah tersebut. Selain cerdik, ia juga seorang yang berani.

Sang putri mengajarkan dua hal itu. Keberanian dan kecerdasan.
Kedua-dua hal ini mesti seiring sejalan. Kedua-duanya saling memerlukan. Yang
satu tidak boleh terlepas dari yang lain. Jika anda berani saja, tapi tidak
cerdas, anda boleh terjebak ke jurang kegagalan berkali-kali, tanpa belajar
apapun darinya. Dan bila anda cerdas tapi tidak berani, anda hanya akan
jadi pengamat dan pengkritik, tanpa beraksi apa-apa.
Jadi, dalam mencipta, melihat, memanfaatkan, dan membagi peluang, anda
harus mempunyai dua iaitu Keberanian dan kecerdasan.

2 comments:

damha said...

berani bertindak n cerdas berfikir..dua elemen yg penting utk mencapai matlamat dalam apa jua bidang yg kita ceburi...

karengurlz said...

tq damha..pendapat yang bernas

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...